AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak

AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak

AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak

Tak cuma Sulawesi yang bisa menjadikan biji kopi Arabika dengan tingkat keasaman tinggi dengan Toraja. Tak hanya Sumatra dengan Sumatra Gayo dan Sumatra Mandhelingnya yang banyak dirasakan penikmat kopi. Tidak hanya Papua dengan biji kopi Papua Wamena dan Papua Yakuhimo-nya saja yang dapat dirasakan penikmat kopi. Karena Lampung bahkan memiliki kopi sngle origin atau kopi yang memang asli Lampung, yakni kopi robusta lampung.
Ya sudah banyak yang mengetahuitahu bahwa di Lampung ini yaitu tempat penyumbang kopi Robusta yang cukup besar dari Indonesia, terpenting Lampung Barat.

AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak

Kopi Robusta adalah bagian dari cerita kehidupan yang tak terpisahkan dari kabupaten Lampung Barat. Ada ribuan masyarakat nya yang meneruskan adat istiadat sebagai petani pekebun kopi robusta. Mereka melalui beragam pergantian musim dan merasakan ragam kisah hidup di jeda~sela ribuan batang kopi. Buah kopi juga bercerita seperti disimbolkan dalam wujud jumlah biji kopi sebanyak 24(dua puluh empat) buah dengan daunnya 9 lembar yang bermakna tanggal 24 bulan September sebagai hari jadi kabupaten Lampung Barat.

Cerita lainnya:  Cari Kopi Lampung Berkualitas Kebun Tebu

Sejarah Kopi Lampung
Budidaya kopi di Lampung Barat mengalami pertumbuhan pesat pada zaman 70an dan 80an. Analisis kepada perubahan penerapan lahan, memperlihatkan bahwa luas wilayah berhutan di tempat itu menurun cukup tajam pada dua dekade hal yang demikian, ialah dari 60% pada tahun 1970 menjadi 13% pada tahun 1990 (Ekadinata, 2002). AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak,Selain menarik merupakan bahwa penurunan luas wilayah berhutan demikian diikuti oleh pemekaran kebun kopi, bahkan di dalam wilayah hutan lindung dan taman nasional. itu, pemekaran hal yang demikian berlangsung seiring “dengan membaiknya harga kopi dunia pada waktu itu (Harga kopi robusta pada tahun 1970 dan 1980 mencapai masing-masing US $3.26 per kg dan US $ 4.12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).
Dalam kelanjutannya, terjadi perubahan pola budidaya kopi seiring dengan naiknya jumlah penduduk migran dari Jawa dan tempat-daerah lain di Provinsi Lampung, di tempat ini. Pada tahun 1920an dengan masuknya daya kerja wanita suku Jawa untuk perawatan kebun kopi, para pemrakarsa budidaya kopi di Sumberjaya terdorong untuk memperluas kebun kopi dengan membuka hutan di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Saat permulaan tahun 1950an Sumberjaya menjadi tempat sasaran rencana transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan mantan pejuang perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000). Pengungsian mantan pejuang perang ini kemudian dicontoh oleh gelombang kolonisasi otomatis dari Jawa dan kawasan lain di dan sekitar propinsi Lampung. Para mantan pejuang perang dan para migran serentak hal yang demikian memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam perluasan perkebunan kopi rakyat dan pengembangan tekhnologi budidaya kopi di tempat ini. Seperti umpamanya, teknik bercocok tanam kopi yang lebih stabil dengan metode pengolahan tanah yang lebih bagus (penguasaan gulma dan pemupukan) dan pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas dan lain sebagainya).

Cerita lainnya:  AKL Kopi Hitam Lampung Terkenal di Langkapura

Kopi Lampung yang sudah dikenal dunia, harapan selanjutnya dapat menaikkan mutu tinggi produksi. Bisa dengan meremajakan benih, mengembangkan penemuan, mengolah dan memasarkan hasil panennya. Harapannya, jikalau konsisten kerjasama kebun sampai ke meja seduh akan melajukan kesenangan petani dan pecinta kopi.

AKL Nama Kopi Lampung Terkenal di Batu Brak

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.