Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?

Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?

Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?

Bukan mau menyesatkan dari kami penggemar kopi. Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?, sudah melekat pada kepentingan dari kehidupan kami di dunia. Kopi memang memiliki kenikmatan tersendiri bukan hanya bagi kaum pria, tetapi tak sedikit wanita yang menjadi penggemar kopi untuk memulai hari agar lebih berenergi.

Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?

Kafein yang terdapat dalam kandungan kopi dapat meningkatkan produksi asam dan peradangan pada lambung. Selain itu, kafein bisa membuat cincin otot kerongkongan rileks pada komponen bawah, sehingga asam lambung bisa naik sampai ke kerongkongan, seperti pada penderita refluks asam lambung (GERD) yang juga diketahui dengan maag.

Berdasarkan MedlinePlus, kebanyakan orang yang sehat saja, lazimnya dapat mengkonsumsi sampai 200 milligram kafein sepadan dengan satu hingga dua cangkir tiap-tiap hari, tanpa efek samping tertentu. Hoax Gak Ya Kopi dan Penderita Maag?, Melainkan pun, sebagian orang sehat yang mengonsumsi dengan dosis yang lebih rendah sekalipun bisa menyebabkan insomnia dan sakit perut maag.

Cerita lainnya:  Kesehatan badan dengan selalu minum kopi setiap hari

Meski hakekatnya bukan kafein lah yang meningkatkan produksi asam lambung tapi kopi itu sendiri. Jumlah kopi yang diminum dan situasi perut dikala meminum kopi lah yang dapat berimbas kepada asam lambung. Jika kita meminum kopi pada waktu yang tepat dan dengan jumlah yang tepat, maka sesungguhnya tidak akan mempengaruhi asam lambung dan aman bagi penderita maag sekalipun.

Bagi seorang yang memiliki persoalan kesehatan ketika minum kopi patut memperhatikan dosisnya. Bagi orang yang tidak memiliki permasalahan kesehatan, standar aman minum kopi yakni boleh hingga 360 mg atau sekitar 4 cangkir. Tetapi, untuk penderita maag atau darah tinggi, sebaiknya kurang dari itu.

Ada hal menarik yang disarankan oleh dokter pakar penyakit dalam Annisa Maloveny.

“Kopi dingin lebih bagus bagi penderita asam lambung karena zat yang menyebabkan asam lambung tak ada atau berkurang. Jadi enggak apa-apa, malahan bagus,” ujar dr Annisa Maloveny SpPD, dalam sebuah acara sebagian waktu lalu.

Asam yang terdapat dalam kopi dingin lebih rendah dibandingkan pada kopi panas. Ini yang membikin penderita asam lambung masih dapat merasakan kafein dari secangkir kopi.

Kecuali itu, air panas yang diaplikasikan untuk menyeduh kopi bisa mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Meski, es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya akan ramah di perut penderita asam lambung.

Dr Annisa juga menyarankan supaya kopi dapat dirasakan satu atau dua jam setelah makan. Pastikan perut tak dalam situasi kosong sebab bisa meningkatkan produksi asam lambung.

“Kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga direkomendasikan jangan mengonsumsinya dikala perut dalam situasi kosong. Konsumsi kopi sebaiknya satu atau dua jam setelah makan,” saran dr Annisa.

Huffingtonpost.com

wikipedia.com

Klikdokter.com

Alodokter.com

tcsc-indonesia.org

Merdeka.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.