Kopi Lampung Paling Enak Liwa

Kopi Lampung Paling Enak Liwa

Kopi Lampung Paling Enak Liwa

Apa ya jika lagi resah? Atau lagi hujan gerimis dan hawa seketika menjadi sejuk? Atau ngumpul bersama dengan sahabat-sahabat? Kencan dan bicara dari hati ke hati bersama Istri atau Suami? bercerita sama best friend? Atau lagi butuh kecepatan buat menyelesaikan kerjaan? Yea! Ke Kedai Kopi, dan memesan secangkir cofffee anget atau cool.

Kopi Lampung Paling Enak Liwa

Tak dikenal secara pasti mengenai sejarah Kopi Lampung. Namun, dapat dikatakan bahwa kopi ini lazimnya tumbuh pada ketinggian 400-700 m di atas permukaan laut dengan suhu 21-24oC. Kebetulan, tempat Lampung mempunyai situasi alam yang demikian sehingga kopi tipe robusta ini malahan banyak tumbuh di daerah hal yang demikian. Hampir setiap tempat di Pronvinsi Lampung, terutamanya di Lampung Barat memiliki ladang perkebunan kopi robusta, baik yang dikelola pemerintah, swasta, maupun swadaya mayarakat. Menurut lahan perkebunan milik swadaya masyarakat ini sebagian besar berada di daerah dataran tinggi Tanggamus.
Setiap data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Lampung Barat, luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Lampung Barat mencapai 60.347,7 hektar dengan produksi kopi kering per-tahun menempuh 29.712 ton perhektar. Setiap tahun, produksi kopi di tempat ini selalu menemui peningkatan yang signifikan. Dalam pada itu, Kabupaten Lampung Barat menjadi salah satu figur perkebunan berbaik di Provinsi Lampung Barat dan Nasional.

Cerita lainnya:  Kopi Lampung Termasuk Jenis Kopi Hitam Pahit

Sejarah Kopi Lampung

Budidaya kopi di Lampung Barat mengalami perubahan cepat pada dekade 70an dan 80an. Analisis kepada perkembangan pemanfaatan lahan, menampilkan bahwa luas wilayah berhutan di tempat itu menurun cukup tajam pada dua dekade hal yang demikian, yaitu dari 60% pada tahun 1970 menjadi 13% pada tahun 1990 (Ekadinata, 2002). Kopi Lampung Paling Enak Liwa,Selain menarik yaitu bahwa penurunan luas kawasan berhutan tersebut diikuti oleh perluasan kebun kopi, bahkan di dalam wilayah hutan lindung dan taman nasional. itu, perluasan tersebut berlangsung seiring “dengan membaiknya harga kopi dunia pada waktu itu (Harga kopi robusta pada tahun 1970 dan 1980 menempuh masing-masing US $3.26 per kg dan US $ 4.12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).

Dalam kelanjutannya, terjadi inovasi sistem budidaya kopi seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk migran dari Jawa dan tempat-tempat lain di Provinsi Lampung, di daerah ini. Pada tahun 1920an dengan masuknya kekuatan kerja wanita asal Jawa bagi pemeliharaan kebun kopi, para perintis budidaya kopi di Sumberjaya terdorong untuk memperluas kebun kopi dengan membuka hutan di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Pada permulaan tahun 1950an Sumberjaya menjadi daerah sasaran program transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan mantan pejuang perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000). Pemindahan veteran perang ini kemudian diikuti oleh gelombang perpindahan otomatis dari Jawa dan kawasan lain di dan sekitar propinsi Lampung. Para veteran perang dan para migran spontan hal yang demikian memberikan kontribusi yang cukup berarti dalam pemekaran perkebunan kopi rakyat dan pengembangan tekhnologi budidaya kopi di daerah ini. Seperti misalnya, teknik bercocok tanam kopi yang lebih stabil dengan cara pengelolaan tanah yang lebih baik (penguasaan gulma dan pemupukan) dan pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas dan lain sebagainya).

Cerita lainnya:  Kopi Lampung Paling Enak Rajabasa

Lampung memang betul-betul mempesona kopinya, malah salah satu brand yang sudah mendunia seperti “Nescafe” berasal dari Lampung. Untuk itu diperlukan promosi yang gemanya lebih besar. Sehingga masyarakat Indonesia mengetahui bahwa Provinsi Lampung merupakan salah satu pusat kopi nusantara.

Kopi Lampung Paling Enak Liwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.