Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Lebar ladang kopi di Lampung terekam saat ini mencapai 160 ribu hektare (ha) atau 12,97 persen dari sempurna Besar areal kopi nasional yang mencapai 1,24 juta ha. Kebun kopi tersebar di areal Lampung Barat, Tanggamus, Lampung Utara, Pesisir Barat, Lampung Utara, dan Waykanan. Hasil produksi beberapa diekspor ke beberapa negara Eropa, Jepang, Timur Tengah, dan Australia.
Uniknya ada sekitar 147 ribu kepala keluarga petani yang mengandalkan hidup dari perkebunan kopi. Mereka sanggup mewujudkan produksi hingga 120 ribu ton per tahun. Bukan hanya berbangga jadi petani, tapi buat mereka yakni satu kebahagiaan.

Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Tipe kopi yang dibudidayakan oleh kebanyakan petani kopi di daerah Lampung yaitu kopi robusta.
Beberapa besar perkebunan Kopi Lampung di dataran tinggi Lampung yaitu perkebunan rakyat yang terfokus di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus.
Kopi Lampung cukup sesuai digolongankan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia. Kopi Lampung familiar sebab keistimewaan aroma dan rasanya yang khas.

Cerita lainnya:  Mengenal Rasa Kopi Lampung Asli

Sejarah Kopi Lampung
Budidaya kopi di Lampung Barat mengalami pertumbuhan pesat pada era 70an dan 80an. Analisis kepada perkembangan penggunan lahan, menampilkan bahwa luas kawasan berhutan di tempat itu menurun cukup tajam pada dua dekade tersebut, adalah dari 60% pada tahun 1970 menjadi 13% pada tahun 1990 (Ekadinata, 2002). Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat,Selain menarik ialah bahwa penurunan luas kawasan berhutan demikian diikuti oleh perluasan kebun kopi, malahan di dalam wilayah hutan lindung dan taman nasional. itu, perluasan hal yang demikian berlangsung seiring “dengan membaiknya harga kopi dunia pada waktu itu (Harga kopi robusta pada tahun 1970 dan 1980 menempuh masing-masing US $3.26 per kg dan US $ 4.12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).
Dalam perkembangannya, terjadi inovasi metode budidaya kopi seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk migran dari Jawa dan daerah-daerah lain di Provinsi Lampung, di tempat ini. Pada tahun 1920an dengan masuknya energi kerja wanita suku Jawa guna pemeliharaan kebun kopi, para perintis budidaya kopi di Sumberjaya terpacu untuk memperluas ladang kopi dengan bukalahan hutan di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Saat permulaan tahun 1950an Sumberjaya menjadi daerah sasaran rencana transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan veteran perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000). Pengungsian veteran perang ini kemudian dicontoh oleh gelombang perpindahan spontan dari Jawa dan daerah lain di dan sekitar propinsi Lampung. Para veteran perang dan para migran impulsif hal yang demikian memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam perluasan perkebunan kopi rakyat dan pengembangan tekhnologi budidaya kopi di tempat ini. Seperti contohnya, teknik bercocok tanam kopi yang lebih permanen dengan sistem pengolahan tanah yang lebih bagus (pengontrolan gulma dan pemupukan) dan pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas dan lain sebagainya).

Cerita lainnya:  Penjual Kopi Lampung Di Lampung Utara AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Kopi Lampung memang sudah terkenal, tapi ada yang perlu diamati.
Hal lain yang patut menjadi perhatian pemerintah provinsi yaitu bagaimana hasil produksi kopi dikemas dengan bagus. Sehingga, kopi Lampung tak hanya memiliki kwalitas rasa yang baik, namun juga tampilan yang menarik.
Indonesia memiliki beraneka macam kopi dari Aceh sampai Sulawesi. Agar juga orang-orang tahu kalau Lampung punya kopi yang nikmat.

Penjual Kopi Lampung Di Lampung Timur AKL Pabrik Kopi Lampung di Lampung Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.