Cari Kopi Sumatera Di Gido

Cari Kopi Sumatera Di Gido

Cari Kopi Sumatera Di Gido

Popularitas ngopi di Indonesia memang telah menjadi gaya hidup baru. Banyak sekali kedai-kedai kopi yang berdiri di berjenis-jenis kota di Indonesia. Semuanya mau beradu tanding-perlombaan menjadikan dan menawarkan karakter kopi indonesia yang dipunyai masing-masing daerah. Indonesia mempunyai bermacam-macam variasi kopi spesial yang dikenal di dunia. Di antaranya adalah Kopi Lampung yang mempunyai rasa dan aroma khas, pantas indikasi geografis Lampung yang menjadi keunggulan Indonesia.

Cari Kopi Sumatera Di Gido

Tak diketahui secara pasti mengenai sejarah Kopi Lampung. Tapi, bisa dikatakan bahwa kopi ini umumnya tumbuh pada ketinggian 400-700 m di atas permukaan laut dengan temperatur 21-24oC. Kebetulan, tempat Lampung memiliki kondisi alam yang demikian sehingga kopi tipe robusta ini malah banyak tumbuh di tempat hal yang demikian. Hampir setiap tempat di Pronvinsi Lampung, khususnya di Lampung Barat memiliki lahan perkebunan kopi robusta, bagus yang dikelola pemerintah, swasta, ataupun swadaya mayarakat. Menurut lahan perkebunan hasil swadaya masyarakat ini sebagian besar berada di daerah dataran tinggi Tanggamus.
Tiap-tiap data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Lampung Barat, luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Lampung Barat menempuh 60.347,7 hektar dengan produksi kopi kering per-tahun mencapai 29.712 ton perhektar. Saban, produksi kopi di daerah ini tetap menemui peningkatan yang signifikan. Dalam pada itu, Kabupaten Lampung Barat menjadi salah satu contoh perkebunan berbaik di Provinsi Lampung Barat dan Nasional.

Cerita lainnya:  Meracik Kopi Lampung Kopi Lampung Jaman Now

Sejarah Kopi Lampung
Budidaya kopi di Lampung Barat mengalami pertumbuhan kencang pada dekade 70an dan 80an. Analisis terhadap perubahan pendayagunaan lahan, menonjolkan bahwa luas kawasan berhutan di tempat itu menurun cukup tajam pada dua dekade tersebut, adalah dari 60% pada tahun 1970 menjadi 13% pada tahun 1990 (Ekadinata, 2002). Cari Kopi Sumatera Di Gido,Begitupun yang menarik ialah bahwa penurunan luas kawasan berhutan tersebut diikuti oleh pemekaran kebun kopi, malahan di dalam wilayah hutan lindung dan taman nasional. itu, perluasan tersebut berlangsung seiring “dengan membaiknya harga kopi dunia pada waktu itu (Harga kopi robusta pada tahun 1970 dan 1980 menempuh masing-masing US $3.26 per kg dan US $ 4.12/kg (IBRD/The Word Bank 2003. p 276).
Dalam kelanjutannya, terjadi transisi pola budidaya kopi bersamaan dengan bertambahnya jumlah penduduk migran dari Jawa dan daerah-daerah lain di Provinsi Lampung, di tempat ini. Pada tahun 1920an dengan masuknya daya kerja perempuan suku Jawa untuk pemeliharaan kebun kopi, para pemrakarsa pengusahaan kopi di Sumberjaya terpacu untuk memperluas ladang kopi dengan membuka hutan di Sumberjaya (Benoit et al., 1989). Saat awal tahun 1950an Sumberjaya menjadi tempat sasaran program transmigrasi dari Biro Rekonstruksi Nasional yang memindahkan mantan pejuang perang kemerdekaan dari Jawa Barat (Kusworo, 2000). Evakuasi veteran perang ini kemudian dicontoh oleh gelombang perpindahan impulsif dari Jawa dan daerah lain di dan sekitar propinsi Lampung. Para mantan pejuang perang dan para migran otomatis tersebut memberikan kontribusi yang bermanfaat dalam pemekaran perkebunan kopi rakyat dan pengembangan tekhnologi budidaya kopi di tempat ini. Seperti contohnya, teknik menanam kopi yang lebih stabil dengan sistem pengelolaan tanah yang lebih baik (pengontrolan gulma dan pemupukan) dan pemeliharaan tanaman kopi (pemangkasan, potong tunas dan lain sebagainya).

Cerita lainnya:  Kopi Luwak Asli, dari Liwa Lampung Barat

Kopi Lampung yang sudah dikenal dunia, harapan seterusnya dapat menaikkan kualitas tinggi produksi. Bisa dengan meremajakan bibit, mengoptimalkan temuan, mengolah dan memasarkan hasil panennya. Harapannya, seandainya tetap kerjasama kebun hingga ke meja seduh akan melajukan kesenangan petani dan pecinta kopi.

Cari Kopi Sumatera Di Gido

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.