Bahaya Asam Lambung Naik karena Kopi

Bahaya Asam Lambung Naik karena Kopi

Bahaya Asam Lambung Naik karena Kopi

Mulai dari yang biji hingga yang sachet, mengonsumsi kopi menjadi sebuah tren gaya hidup oleh beragam kalangan. Menjamurnya kedai kopi di Indonesia juga meningkatkan konsumsi kopi masyarakat. “Jumlah konsumsi kopi pada tahun 2016 naik sebesar 174 persen dari tahun 2000,” kata Kevindra Soemantri, pemerhati masakan dan gaya hidup di Jakarta Selatan. Kevin mengatakan kecuali dapat meningkatkan mood, konsumsi kopi oleh kaum urban ibu kota juga telah menjadi sebuah ajang unjuk keberadaan di sosial media. Tapi yang tak disadari ialah potensi efek kafein pada kopi. Bila dikonsumsi secara berlebih akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Bahaya Asam Lambung Naik karena Kopi

Di sisi lain, kafein juga membikin sfingter esophagus komponen bawah menjadi rileks. Sfingter esophagus yakni jaringan otot berbentuk seperti cincin yang seharusnya berprofesi sebagai katup agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Banyak berita yang memberi rekomendasi penderita mag untuk mengonsumsi kopi non-kafein, agar terhindar dari nyeri lambung.

Sekiranya kita boleh bertanya, kenapa ada seorang yang memusuhi kopi dengan alasan maag tetapi saat memakan rujak pedas, pempek dengan cuka yang punya keasaman tingkat tiga tak bermasalah? sedangkan air netral bernilai tujuh dan pada kopi cuma berkisar di angka Lima. Kembali lagi pada stigma orang tersebut dan bagaimana sistem minum dan jenis kopi yang dia minum.

Cerita lainnya:  Adakah Efek Kopi Pada Asam Lambung

Fakta sesungguhnya maag lebih banyak disebabkan oleh infeksi, lebih-lebih karena bakteri. Maag juga bisa muncul sebab stres, nikotin maupun respon autoimune; gangguan tanggapan kekebalan tubuh. Pantaslah ada yang percaya jika kopi yang diproses dengan baik tanpa gula tak akan mempengaruhi asam lambung. Mungkin sih ada benarnya juga, sebab empiris banyak specialty coffee enthusiast yang lambungnya sama sekali tak terganggu walaupun minum kopi di pagi hari.

Kiat ngopi aman coba observasi berikut:

1. Jangan Minum Kopi Ketika Perut Kosong
Tidak perlu makan sampai begah. Asal dipastikan perut tak dalam kondisi kosong, bisa membikin anda terhindar dari perut perih, atau nyeri lambung akibat meminum kopi.

2. Batasi Jumlah Kopi yang Dikonsumsi
Berdasarkan para spesialis, jumlah kafein yang cukup tak akan memberikan efek negatif pada tubuh. Yakni Sekitar 100 – 200 mg kafein atau 1-2 gelas kopi dalam sehari. Meski demikian, toleransi masing-masing individu kepada kafein berbeda- beda. Yang pasti, kafein di atas 600 mg atau sepadan 4- 7 gelas kopi dalam sehari sudah dianggap berlebihan dan membahayakan bagi tubuh.

3. Memilih Kopi Dengan Tingkat Keasaman yang Rendah
Kandungan asam dari kopi diberi pengaruh oleh kematangan biji kopi ketika dipetik dan lama biji kopi itu dipanggang. Kian lama biji kopi itu dimasak, semakin rendah kandungan asamnya. Dikala ini ada banyak opsi kopi dengan kandungan zat asam yang rendah. Jikalau penderita maag ingin mengkonsumsi kopi, tipe kopi arabika salah satu opsi terbaik. Sebab kopi arabika aman untuk penderita maag, tentunya dengan jumlah yang sesuai.

Huffingtonpost.com

wikipedia.com

Klikdokter.com

Alodokter.com

tcsc-indonesia.org

Beritasatu.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.