Korelasi Ngopi dan Penyakit Asam Lambung SeCara Ilmiah

Korelasi Ngopi dan Penyakit Asam Lambung SeCara Ilmiah

Korelasi Ngopi dan Penyakit Asam Lambung SeCara Ilmiah

Lazimnya yang kita kenal kopi mengandung kafein, dimana kafein dalam kopi sering kali dituduh sebagai penyebab timbulnya pelbagai macam penyakit pada tubuh. Korelasi Ngopi dan Penyakit Asam Lambung SeCara Ilmiah Tapi, rupanya kafein tidak seburuk yang diperkirakan.

Korelasi Ngopi dan Penyakit Asam Lambung SeCara Ilmiah

Di sisi lain, kafein juga membuat sfingter esophagus bagian bawah menjadi rileks. Sfingter esophagus ialah jaringan otot berbentuk seperti cincin yang seharusnya bekerja sebagai katup supaya asam lambung tak naik ke kerongkongan. Banyak kabar yang menyarankan penderita mag untuk mengonsumsi kopi non-kafein, supaya terhindar dari nyeri lambung.

Banyak penderita maag tidak bisa mencicipi kenikmatan meminum kopi cuma karena problem kontoroversial kopi vs maag. Hal hal yang demikian masih belum terang adanya kekerabatan minum kopi dan juga keluhan gastrointestinal yakni saluran pencernaan. Beberapa masyarakat Indonesia mempunyai budaya mengkonsumsi secangkir kopi di pagi hari dan ini dapat dibilang sepatutnya, serta menjadi bagian dari rutinitas sebelum menjalankan kegiatan pagi. Menurut dr. Nitish Nitish Basant Adnani, BmedSc,Sekiranya anda rupanya mempunyai gangguan maag karenanya beranikanlah dengan beberapa catatan supaya manfaat besar dari dzat kopi bisa anda temukan.

Cerita lainnya:  Hubungan Antara Minum Kopi Maag SeCara Ilmiah

Fakta sesungguhnya maag lebih banyak disebabkan oleh infeksi, terutama karena bakteri. Maag juga bisa muncul sebab stres, nikotin maupun reaksi autoimune; gangguan tanggapan kekebalan tubuh. Pantaslah ada yang percaya kalau kopi yang diproses dengan bagus tanpa gula tidak akan mempengaruhi asam lambung. Mungkin sih ada benarnya juga, sebab empiris banyak specialty coffee enthusiast yang lambungnya sama sekali tak terganggu sedangkan minum kopi di pagi hari.

Ada hal menarik yang dianjurkan oleh dokter ahli penyakit dalam Annisa Maloveny.

“Kopi dingin lebih baik bagi penderita asam lambung sebab zat yang menyebabkan asam lambung tidak ada atau berkurang. Jadi enggak apa-apa, bahkan bagus,” ujar dr Annisa Maloveny SpPD, dalam sebuah acara beberapa waktu lalu.

Asam yang terdapat dalam kopi dingin lebih rendah dibandingi pada kopi panas. Ini yang membikin penderita asam lambung masih dapat merasakan kafein dari secangkir kopi.

Kecuali itu, air panas yang dipakai untuk menyeduh kopi bisa mengeluarkan asam yang lebih pekat dari biji kopi. Sedangkan, es batu akan lebih mengencerkan konsentrat kopi sehingga rasanya akan ramah di perut penderita asam lambung.

Dr Annisa juga memberi saran agar kopi dapat dinikmati satu atau dua jam sesudah makan. Pastikan perut tak dalam kondisi kosong karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.

“Kopi dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga dianjurkan jangan mengonsumsinya saat perut dalam keadaan kosong. Konsumsi kopi sebaiknya satu atau dua jam setelah makan,” rekomendasi dr Annisa.

Huffingtonpost.com

wikipedia.com

Klikdokter.com

Alodokter.com

tcsc-indonesia.org

Merdeka.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.