Penyidik BBWSMS Semprot Petugas TPM di Tubaba, Samiun Sempat Mengaku Tidak Ada Program P3-TGAI Margo Dadi

Penyidik BBWSMS Semprot Petugas TPM di Tubaba, Samiun Sempat Mengaku Tidak Ada Program P3-TGAI Margo Dadi

Penyidik BBWSMS Semprot Petugas TPM di Tubaba, Samiun Sempat Mengaku Tidak Ada Program P3-TGAI Margo Dadi

Penyidik BBWSMS Semprot Petugas TPM di Tubaba, Samiun Sempat Mengaku Tidak Ada Program P3-TGAI Margo Dadi

Newslampungterkini.com – Buruknya kualitas pengerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bersumber dari Kementerian PUPR Republik Indonesia, di Tiyuh Margo Dadi Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Penyidik Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Provinsi Lampung, berang dan kecewa. 

Program yang merupakan pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier, yang seharusnya dikerjakan oleh petani atau penduduk setempat, terpaksa harus dibongkar dan dikerjakan ulang sesuai petunjuk pelaksanaan dan teknis, sebab tidak memenuhi standar mutu program, dan asas manfaat bagi penerima. 

Setelah melihat di lokasi bangunan, Yusen K, SE.,MM penyidik BBWSMS Provinsi Lampung, tampak berang dan kecewa, sehingga memberi cacatan khusus dan akan melaporkan hasil peninjauan di lokasi pembangunan program P3-TGAI Tiyuh Margo Dadi, kepada Kepala Balai BBWSMS Provinsi. 

Cerita lainnya:  SMSI Dukung Imbauan Dewan Pers Tolak Permintaan THR

Tak ayal, kekecewaan tersebut diungkapkan Yusen kepada seluruh petugas pelaksana dilokasi bangunan P3-TGAI Tiyuh Margo Dadi. 

Baca Juga :   Samsat Pringsewu Terima Kunjungan Wakapolda Lampung Brigjen Sudarsono

“Pendamping pekerjaan ini sekaligus sebagai pengawas di lapangan, ini baju di kasih bukan hanya asal pakai saja, anda (petugas TPM) pakai baju ini bukan supaya orang tau kalian petugas, kalian dilapangan punya tugas penting kalau perlu dibongkar ya dibongkar dan ditegur pekerjaannya jika tidak baik dan ensitetikanya kurang. Sebab tugas TPM itu sekaligus mengawasi, kalau ada yang salah, ya di tegur dan perbaiki biar baik pekerjaannya,” ungkap Yusen dengan nada keras kepada pengawas program. Jum’at (17/7/2020) 

Yusen juga menegaskan, pekerjaan tersebut harus selesai sesuai dengan gambar dan konstruksi, “Minggu depan saya kembali ke sini, dan saya tidak mau tau pokoknya pekerjaan ini harus selesai sesuai kualitas sebagai mana baiknya, tapi kalau minggu depan masih dan belum ada perubahan, baik pekerjaannya dan pengawas wilayah, semua pihak yang punya tanggung jawab dalam pelaksaan kegiatan ini akan saya proses saya panggil ke Balai Besar,” tegas Yusen. 

Baca Juga :   300 Rumah Tidak Layak Huni di Tulang Bawang akan Dibedah
Cerita lainnya:  Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan

Sementara itu Agung, selaku Tim Pendamping Masyarakat (TPM) mengakui kesalahan atas pembangunan proyek P3-TGAI, Tiyuh Margo Dadi. 

“Kegiatan ini kita bongkar total mana yang bermasalah, karena tidak ada tanggul dan kurang ketebalan pada pemasangan batu,” kata Agung dilokasi kegiatan. 

Agung beralasan bahwa dalam pekerjaan tersebut, ada dua desa yang harus ditanganinya, sehingga kurang kontrol atau pengawasan.

“Setiap hari kita lakukan kunjungan dan pendampingan, dan kita juga menggunakan gambar, cuma kita disini dua desa, jadi kita tidak di sini terus,” ungkapnya. 

Menurut Agung, pembongkaran tersebut juga lantaran bangunan tidak memenuhi standar ukuran, “Jadi pekerjaan ini dibongkar karena tidak memenuhi standar ketebalan sesuai Juklak Juknis,” pungkasnya. 

Sebelum ditemukan lokasi kegiatan P3-TGAI Margo Dadi, media Newslampungterkini.com sempat mewawancarai Ketua Kelompok Tani Tiyuh Margo Dadi bernama Samiun, pada Rabu (8/7/2020) sekitar pukul 15.45 Wib. 

Baca Juga :   DKP Lampung Selatan Siapkan 256,739 Ton Cadangan Beras Untuk Bencana

Samiun yang juga merupakan Sekretaris GP3A, dihadapan wartawan mengaku tidak mengetahui kegiatan P3-TGAI di Tiyuh setempat, bahkan mengaku tidak ada program yang diberikan oleh pemerintah, seperti hal yang ditanyakan. 

Cerita lainnya:  Berikut 4 Nama Lulus Administrasi Calon Direktur PDAM Tirta Jasa

“Saya benar Ketua kelompok Tani Sido Rukun, dan saya sampaikan bahwa tidak ada program pembangunan jaringan irigasi, tidak ada program kegiatan P3-TGAI dari Balai Besar, itu tidak ada pak, saya bukan petugas P3A jangan salah. Jadi program itu memang tidak ada,” kata Samiun, Rabu (8/7/2020).

Anehnya, pada saat munculnya persoalan pembangunan kegiatan P3-TGAI, dan hadirnya penyidik BBWSMS Provinsi Lampung dilokasi bangunan, ternyata Samiun merupakan salah satu penanggung jawab kegiatan, dengan jabatan Sekretaris. 

“Ya saya tidak mengkuinya. Kemaren yang ditanya pak Mujiono dan kelompok Tani,” elak Samiun dihadapan penyidik BBWSMS Provinsi Lampung, Jum’at (17/7/2020).

Laporan : Dedi Priyono 

Sumber : Lampung Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.