Panen Kopi Mundur saat Pandemi Covid-19, Harga Jual di Tanggamus Masih Stabil

Panen Kopi Mundur saat Pandemi Covid-19, Harga Jual di Tanggamus Masih Stabil

Panen Kopi Mundur saat Pandemi Covid-19, Harga Jual di Tanggamus Masih Stabil

Ketua KUB Mawar Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, Hadi Rohadi saat berbincang dengan Lampungpro.co, Selasa (4/8/2020). LAMPUNGPRO.CO/ASANDY

Selasa, 04 Agustus 2020       30 Views      EKBIS

Panen Kopi Mundur saat Pandemi Covid-19, Harga Jual di Tanggamus Masih Stabil

Ketua KUB Mawar Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus, Hadi Rohadi saat berbincang dengan Lampungpro.co, Selasa (4/8/2020). LAMPUNGPRO.CO/ASANDY

Selasa, 04 Agustus 2020       30 Views      EKBIS

SUMBER REJO (Lampungpro.co): Meski jadwal panen mundur satu setengah bulan dan pandemi Covid-19 masih melanda perdagangan kopi dunia, harga jual kopi di sejumlah sentra Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, masih stabil. Berdasarkan penelusuran Lampungpro.co di Kecamatan Sumber Agung, harga kopi berkisar Rp19 ribu-Rp20 ribu.

Menurut Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Petani Mawar, Pekon Ngarip, Kecamatan Ulu Belu, Hadi Rohadi, panen kopi tahun ini mundur ke bulan Juli. "Seharusnya panen mulai Juni, namun tahun ini mundur satu setengah bulan.Syukur harganya masih stabil," kata Rohadi saat ditemui Lampungpro.co di lokasi pengepul Sumber Agung, Selasa (4/8/2020).

Cerita lainnya:  Polisi Tangkap Begal Bersenpi di Lamtim

Harga tersebut, kata Rohadi, masih seperti musim panen 2019 yakni Rp19 ribu/kg. Menurut Rohadi, stabilnya harga tersebut karena petani mampu menjaga mutu kopi sesuai standar ekspor. "Petani di Ngarip itu sudah lama menerapkan standar mutu ekspor," kata Rohadi.

Pada bagian lain, Pengawas Kualitas KUB Mawar, Sigit Wicaksono, pihaknya tetap menerapkan standar kualitas ekpor untuk kopi yang dijual petani. "Kami memiliki pengawas kualitas yang memeriksa setiap kopi yang dikirim ke sini untuk dieskpor, sehingga harganya stabil mengikuti harga dunia," kata Sigit.

KUB Mawar berhubungan langsung dengan sejumlah eksportir kopi seperti PT Olam Indonesia, PT Asia Makmur, dan PT Nedcoffee Indonesia Makmur Jaya. Selain itu, pihaknya masih menjual ke PT Nestle Indonesia. "Sejak awal petani di Ngarip memang binaan PT Nestle, namun tidak semua panen diserap oleh PT Nestle. Standar Nestle yang masih ditetapkan sehingga bisa dieskpor," kata Sigit.

KUB Mawar mampu memproduksi kopi hingga 5.000 ton per musim. Hampir seluruh hasil kopi kelompok ini dieskpor ke sejumlah negara Eropa dan Amerika. (PRO1)


Cerita lainnya:  Peringatan Hari Lahir Pancasila, Bupati Winarti Ajak Masyarakat Tingkatkan Kedisiplinan

#kopi # panen kopi # perkebunan # sentra kopi # panen raya # tanggamus # ulu belu # lampung # ngarip # sumber rejo

Sumber : LampungPro.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.