Cerita lainnya:  Pemkab Lamtim Komitmen Permudah Izin Usaha

“Saya berharap Prof.Iskandar yang baru dikukuhkan ini, semoga semakin meningkatnya kinerja akademik serta dapat berkontribusi untuk  masyarakat khususnya untuk pemerintah daerah,” katanya.

Dibagian lain, Prof.Iskandar menjelaskan  Pidato ilmiah Tantangan Ilmu Manajemen dalam menghadapi Technologi 4.0 dan Mengantisipasi Era Society 5.0. Dilatarbelakangi karena zaman sekarang harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.

“Dengan 4.0 ini, mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan era teknologi tersebut dan dituntut harus cepat hadapi era perubahan tersebut. Begitu juga dengan Tantangan ilmu Manajemen, karena ilmu manajemen dahulu digunakan pada kondisi sekarang banyak tidak bisa sesuai lagi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, dahulu manajemen pemasaran cocok menggunakan suatu tempat/lokasi. Tapi kondisi sekarang itu tidak bisa digunakan. “Kita harus cepat memanfaatkan pemasaran melalui digitalisasi semaksimal mungkin,”lanjut Prof.Iskandar.

Menurutnya, salah satu langkahnya meraih guru besar karena rajin mempublish Jurnal Internasional bereputasi. “Alhamdulillah saat ini sudah setidaknya 12 Jurnal baik Internasional maupun Nasional yang telah bereputasi. Dimana 3 diantaranya merupakan Jurnal telah Terindeks Scopus Q1,Q2 dan Q3,”ucapnya.

Untuk membuat Jurnal ilmiah, sejalan dengan pengukuhan guru besar yakni kuncinya perjuangan yang penuh Kesabaran, ketelitian dan ketabahan. Maka dari itu, Ia pun berpesan kepada teman teman Doktor (S3) atau Jabatan Lektor Kepala sedang berproses untuk meraih gelar Guru Besar (Profesor) harus rajin melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat.

Cerita lainnya:  Positif Covid-19 Bertambah 6 Kasus, 3 di Antaranya Merupakan Satu Keluarga

“Karena intinya salah satu syarat penting memiliki raih gelar profesor itu adalah memiliki Jurnal Internasional yang bereputasi. Kedepan, saya akan mengajak teman-teman untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat terutama untuk pengabdian masyarakat di Pedesaan misalnya memberikan solusi pengembangan dan pemasaran yang tepat untuk hasil pun dapat dirasakan oleh perguruan tinggi terutama untuk daerah lokasi pedesaan tersebut,” pungkasnya. (gie/yud)

Alumni UBL Profesor UBL