Cerita lainnya:  Dang Ike Tolak Gugat Sengketa Pilkada, Tapi Pidana

Lahan kosong itu telah ”disulap” menjadi lokasi budidaya bibit jahe merah. Terdapat dua lahan lokasi budidaya bibit jahe merah.

Dengan di apit bangunan tahanan warga binaan yang dikelilingi jerugi besi tinggi berwarna biru, Para napi sibuk dengan aktivitas budidaya jahe.

Narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakat (Lapas) kelas 1 Bandarlampung melakukan budidaya bibit jahe merah pada masa pandemi Covid-19. Jahe merah merupakan tanaman yang diklaim memiliki banyak manfaat dan banyak dicari orang.

Seperti yang di akui Sofyan Prayogi (33) yang dihukum 12 tahun penjara yang terlibat kasus narkotika. “Ya saya baru 3 bulan menekuni budidaya bibit jahe merah, sebelumnya diluar lapas saya belum pernah melakukan budidaya bibit jahe” Katanya.

Proses budidaya cukup mudah, Mulai dari Rempang jahe di semay di lahan ini, setelah umur satu bulan, Sudah kelihatan tunasnya, baru di pindahkan atau pisahkan di media polybag.

Yogi menambahkan untuk medianya cukup sederhana terdiri dari tanah, pupuk kandang, arang sekam, dan bibit jahe merah.

“Tanah, arang sekam, Pupuk kandang kami campur lalu kami masukan kedalam polybag beserta bibit jahe yang yang sudah tersedia” tuturnya.

Cerita lainnya:  Warga Miskin di Lamteng Sentuh Angka 166.000 Jiwa

Kabid kegiatan kerja lapas kelas 1 Bandarlampung Nyamingun Ady mengatakan, bibit jahe merah yang ditanam di polybag dan lahan yang ada merupakan hasil budidaya pihak 17 warga binaan. Untuk dapat memanen bibit budidaya jahe merah membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.

“Untuk jumlah bibit jahe yang sudah ditanam selama dua bulan sekitar 20 ribuan, bibit jahe yang kami beli langsung dari Bogor, Insya Allah hasilnya subur,” Katanya.

Nyamingun menambahkan, Meski budidaya bibit jahe ini baru dilakukan selama dua bulan ini, nantinya bibit jahe akan dijual dengan harga 3 ribu per bibit jahe.

Untuk pemasarannya, selain melalui media sosial instagram dan Facebook, pihaknya akan mengandalkan pihak ketiga yang menjualkan produk tersebut dengan cara door to door. “Selain itu ada juga yang langsung datang ke sini membeli produk bibit jahe merah kita,” katanya.

Nyamingun berharap, keberadaan produksi budidaya bibit jahe merah di Lapas dapat membawa dampak positif bagi warga binaannya. Sehingga setelah bebas nanti, warga binaan dapat hidup lebih baik dan tidak mengulangi perbuatanya dan kembali ke lapas sebagai warga binaan. “Yang pasti kita berharap agar cara ini dapat membekali ilmu yang positif bagi warga binaan yang selama ini di lapas kelas 1 Bandarlampung,” katanya.(*)

Cerita lainnya:  Universitas Teknokrat Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
lapas Napi Narapidana WARGA BINAAN