Cerita lainnya:  Kala Forkopimda Tuba Adu Tepat Menembak

“Informasinya seperti hantu, berkeliaran di dunia maya, tetapi fisiknya saya tidak pegang. Selembar surat pun saya tidak menerima. Saya tidak tahu karena surat tembusannya tidak ada yang sampai pada saya. Saya tanya ke Asisten II juga beliau bilang tidak pernah menerimanya. Jadi saya bingung,” ucap Iwan.

Tapi, Iwan berjanji bersedia menanyakan perihal kebenaran surat tersebut ke Kementerian PUPR. “Saya bisa langsung urus ke Jakarta. Tapi saat ini aturan kita menyatakan tidak boleh masuk (Jakarta). Kita berdoa Jakarta segera zona kuning atau hijau,” janji Iwan.

Iwan pun cukup bingung dengan isi surat tersebut. Sebab, pihaknya merasa telah menyelesaikan Amdal lalin. “Andal lalin sudah selesai, kita minta ke pakar lalu lintas. Dan terkait izin, sudah ada pemberitahuan kepada Dirjen Perkeretaapian bawa tender sudah selesai dan kontrak sudah dibuat,” sebut Iwan.

Harapan Iwan, Komisi III tidak turut mengeluarkan rekomendasi penghentian. Melainkan terus memberi dukungan.

“Saya tetap berprasangka baik. Saya mohon beliau-beliau (anggota Komisi III, red) selalu mendukung. Harapannya pembangunan flyover tetap jalan dan Desember bisa selesai. Saya yakin kalau tidak ada halangan Desember ini selesai,” klaim Iwan saat diwawancarai awak media usai hearing. (sur)

DPRD Bandarlampung Flyover Sultan Agung