oleh
Cerita lainnya:  Meninggal Mendadak di Pasar Dekon Kotabumi, Jenazah Wanita Dibawa ke RSUD Ryacudu

“PPS harus benar-benar cermat dan hati-hati dalam menyusun daftar pemilih untuk menghindari kesalahan. KPU Kabupaten/Kota harus melakukan pendampingan berupa supervisi dan monitoring kepada PPS saat melakukan penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran,”kata dia.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Lampung merilis temuan akumulatif terhadap tahapan pencocokan dan penelitian (cokit) di 8 (delapan) kabupaten/kota yang melaksanakan Pilkada 2020.

Dari data per 6 Agustus 2020, Bawaslu menemukan 148.887 pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) namun masuk daftar pemilih. Sementara, untuk memenuhi syarat (MS) sebanyak 103.287 pemilih.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Provinsi  Lampung, Iskardo P. Panggar mengatakan, memang tahapan coklit baru akan berakhir tanggal 13 Agustus 2020 mendatang.  Namun, masih banyak persoalan-persoalan data pemilih yang harus diselaraskan dan dibenahi oleh jajaran KPU Provinsi Lampung, khususnya KPU kabupaten/kota selaku  penyelenggara Pilkada 2020.

Dari data tersebut, data TMS terbanyak ada di Bandalampung yakni sebanyak 46.895 pemilih. Diikuti, Kabupaten Lamsel (39.480), dan Kabupaten Waykanan (34.934).

Sementara, pemilih yang MS namun tidak masuk daftar pemilih, jumlah terbanya ada di Lampung Selatan yakni sebanyak 34.104 pemilih. Diikuti Waykanan (24.444), dan Lamteng (20.503).

Ido-sapaanya, mengatakan, jumlah pemilih TMS masuk daftar pemilih lantaran  ada pemilih yang sudah meninggal dunia, anggota TNI/Polri, pemilih pindah domisili namun tidak diketahui alamatnya, pemilih belum 17 tahun, pemilih hilang akal. “Sementara pemilih MS namun tidak masuk daftar pemilih antara lain sudah menikah dan belum memiliki KTP,”ucapnya.

Selain itu, sambung dia,  hasil pengawasan tahapan Coklit oleh jajaran Bawaslu kabupaten/kota juga mendapati total jumlah pemilih yang sudah dicoklit sebanyak 2.539.962 pemilih. Sementara yang belum di coklit sebanyak 1.770.988 pemilih. Artinya, capaian keseluruhan berkisar 58,92 persen dibandingkan data perkiraan A-KWK total sebanyak 4.310.950 pemilih.

“Juga ditemukan sedikitnya 8.076 orang yang sudah cukup umur namun belum memiliki e-KTP,”jelasnya.

Kemudian, terdapat sedikitnya 83.665 pemilih yang lokasi tempat pemungutan suaranya (TPS) nya jauh dari tempat tinggalnya. “Prinsipnya pemilih menyalurkan hak pilihnya dekat TPS dimana yang bersangkutan berdomisili,”kata dia. (abd)

kpu lampung