Cerita lainnya:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Disiplin Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional

Adapun golongan barang impor utama yang mengalami peningkatan yakni binatang hidup naik 84,21 persen; gandum-ganduman naik 83,38 persen; ampas/sisa industri makanan naik 43,00 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik naik 22,64 persen; dan garam, belerang, dan kapur naik 4,31.

Kontribusi sepuluh golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada Juli 2020 mencapai 63,28 persen. Secara rinci yakni binatang hidup 21,41 persen; gula dan kembang gula 18,53 persen; ampas/sisa industri makanan 8,75 persen; mesin-mesin/pesawat mekanik 5,72 persen; gandum-ganduman 3,58 persen; dan berbagai produk kimia 1,27 persen;

Kemudian bahan kimia organik 1,18 persen; besi dan baja 1,06 persen; pupuk 1,02 persen; dan garam, belerang, dan kapur 0,76 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang pada Juli 2020 dibanding Juni 2020 untuk dua kelompok penggunaan barang mengalami peningkatan. Barang konsumsi mengalami peningkatan sebesar 62,99 persen dan barang modal naik 20,10 persen.

Sedangkan bahan baku/penolong turun 19,63 persen. Jika dibandingkan dengan Juli 2019, barang konsumsi naik 23,55 persen, bahan baku/penolong turun 41,09 persen, dan barang modal turun 59,35 persen. Nilai impor menurut penggunaan barang Januari-Juli 2020 dibandingkan Januari-Juli 2019, barang konsumsi turun 7,45 persen, bahan baku/penolong turun 59,93 persen, dan barang modal turun 34,31 persen. (Ega/yud)

neraca perdagangan Neraca perdagangan lampung