Fauzi Hasan Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2020

Fauzi Hasan Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2020

Fauzi Hasan Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2020

Fauzi Hasan Sampaikan Nota Keuangan dan Raperda APBD Perubahan 2020

Newslampungterkini.com – Wakil Bupati Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, Fauzi Hasan menyampaikan nota keuangan dan raperda tentang APBD Perubahan tahun anggaran 2020, dalam rapat paripurna pembicaraan Tingkat Satu, di gedung DPRD Tubaba, Rabu (9/9/2020). 

Dalam pidato Wakil Bupati Tubaba itu, menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu Legislatif dan Eksekutif telah melaksanakan Rapat Paripurna DPRD Tubaba tentang Penandatanganan MoU KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2020.

“Saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan dan segenap anggota DPRD Tubaba, yang telah menunjukkan dukungan, kerjasama, dan komitmen yang sangat tinggi dalam melakukan pembahasan atas KUA-PPAS APBD tahun 2020, sehingga kita dapat menuntaskan pembahasan sesuai dengan jadwal dan ketentuan dalam siklus perencanaan daerah,” kata Fauzi Hasan. 

Fauzi menuturkan, bahwa dengan disepakatinya kebijakan umum beserta Prioritas Plafon Anggaran APBD Perubahan 2020, maka pada hakekatnya antara jajaran eksekutif dan legislatif di daerah ini memiliki landasan untuk melanjutkan tahapan berikutnya dari perencanaan pembangunan daerah, yaitu melaksanakan pembahasan atas Raperda APBD-Perubahan Tahun 2020 yang disampaikan. 

Baca Juga :   DPRD dan Pemkab Lampung Selatan Sepakati KUPA-PPAS Perubahan APBD 2020
Cerita lainnya:  Waspada! Karhutla Mengancam

“Secara garis besar, beberapa hal penting yang termuat pada Raperda APBD-Perubahan Tahun Anggaran 2020 yang kami sampaikan pada hari ini diantaranya memuat tentang pendapatan, belanja daerah dan pembiayaan daerah,” ungkap Fauzi.

Dijelaskannya tentang pendapatan bahwa, pada kebijakan umum APBD Tahun Anggaran 2020, Pendapatan Asli Daerah sebelum perubahan sebesar Rp.37.069.490.825,00, kemudian mengalami penambahan sebesar Rp.2.790.221.264,09 menjadi Rp.39.859.712.089,09 setelah Perubahan. 

Penambahan PAD tersebut berasal dari penambahan pajak daerah, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta rasionalisasi lainnya pada pendapatan asli daerah yang sah. 

“Untuk dana perimbangan pada perubahan APBD ini juga mengalami perubahan yaitu pengurangan sebesar Rp.114.437.661.629,00, dimana sebelum perubahan sebesar Rp.742.398.556.000,00. Dan pengurangan dana perimbangan tersebut merupakan pengurangan dari Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak,” jelasnya. 

Pendapatan daerah lainnya, sebelum perubahan sebesar Rp.209.142.583.768,00, mengalami pengurangan sebesar Rp.30.836.554.339,00, menjadi Rp.178.306.029.429,00 setelah perubahan. 

Baca Juga :   Dinas PUPR Tubaba Lebarkan Ruas Jalan Pulung Kencana Menuju Panaragan

“Dengan demikian secara keseluruhan pendapatan daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat mengalami pengurangan sebesar Rp.142.483.994.703,91 dari sebelum perubahan sebesar Rp.988.610.630.593,00, menjadi Rp.846.126.635.889,09 setelah perubahan,” kata Fauzi. 

Cerita lainnya:  Merdeka ! Ini Pesan Forkopimda Lamtim untuk Warga

Pada Belanja daerah lanjut Fauzi, dengan adanya pencapaian target pembagunan, terutama dalam pembangunan infrastuktur, dipandang perlu untuk mempercepat penyelesaian program-program, maka dipandang perlu pemerintah daerah melakukan perubahan belanja daerah dengan melakukan penataan Belanja Daerah yang meliputi belanja langsung dan Belanja tidak langsung.

“Pada perubahan APBD Tahun 2020 ini dilakukan penataan belanja daerah sebesar Rp. 118.866.035.197,29 atau terjadi penurunan sebesar 11,6% dari Belanja Daerah sebelum Perubahan yaitu sebesar Rp.1.074.611.005.177,00, sehingga total belanja secara keseluruhan pada perubahan APBD 2020 menjadi Rp.955.744.969.979,71, dan Perubahan Belanja tersebut dilakukan dengan menata dan mengurangi belanja tidak langsung,” jelasnya. 

Sementara itu pada pembiayaan daerah, dikatakan Fauzi Hasan, juga dilakukan penataan. Pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

Baca Juga :   Reses di Lampung Tengah, Mingrum Gumay Serap Aspirasi dan Berikan Bantuan Tunai

“Pada sisi penerimaan pembiayaan terjadi kenaikan sebesar Rp.16.617.959.506,62 atau naik 15,70%, dari semula Rp.105.875.374.584,00 naik menjadi sebesar Rp.122.493.334.090,62, kenaikan tersebut disebabkan adanya akumulasi kelebihan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumya (Silpa) sebesar Rp.52.590.634.090,62,” terang Wakil Bupati. 

Cerita lainnya:  Pemberian Kuota Internet, Satuan Pendidik Masih Mendata Nomor Ponsel

Selanjutnya, pada sisi pengeluaran pembiayaan dijelaskan Fauzi, mengalami pengurangan sebesar Rp.7.000.000.000, yang semula Rp.19.875.000.000,00 turun menjadi Rp.12.875.000.000,00. Pengeluaran pembiayaan tersebut dipergunakan untuk pembayaran pokok utang sebesar Rp.11.375.000.000,00,” pungkasnya. 

Dalam Rapat Paripurna pembicaraan tingkat satu atas APBD-Perubahan tahun anggaran 2020 tersebut, dipimpin langsung Ketua DPRD Tubaba Ponco Nugroho dan Wakil Ketua II Joko S.Kuncoro. 

Turut hadir Dandim 0412/LU Letkol Inf Harry Prabowo, SE, dan Kabag Ren Polres Tuba Barat, Kompol Sobari SH, Pabung kodim 0412/LU,Mayor Inf A. Sunarya, para pejabat tinggi pratama dilingkungan pemerintah daerah Tubaba, dan anggota DPRD Tubaba sebanyak 24 orang. 

Laporan : Dedi Priyono 

Sumber : Lampung Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.