Cerita lainnya:  Tok, Upah Buruh Pelabuhan Panjang Naik 8%

Ana menambahkan, Penurunan jumlah petani kopi untuk menjalankan budidaya kopi organik disebabkan beberapa faktor diantaranya produktivitas rendah, harga biji kopi kering (grean been) sama dengan biji kopi non organik di tingkat pedagang pengumpul, dan pemasaran terbatas pada daerah lokal.

Faktor lain disebabkan karena kurangnya promosi dan informasi yang dilakukan pemerintah maupun pihak terkait untuk mengangkat citra kopi organik, baik dari kandungan fungsional bagi kesehatan maupun cita rasa kopinya.

Kedepan, kata Ana, tim memiliki program akan melakukan pendampingan untuk mereakreditasi kembali sertifikasi organik INFOICE (Indonesia Organik Farming Certification) dan peningkatan produksi kelompok tani.

“Kita juga berharap ada dukungan Kerjasama dengan Pemerintah Daerah Lampung Barat (Pemda Lambar) agar bersama sama mewujudkan mimpi peningkatkan Omzet Kopi Organik didaerah tersebut,”pungkasnya. (gie/yud)

kopi penelitian PKM Polinela Polinela Polinela Lamteng